Sabtu, 26 Januari 2013


PERUBAHAN NILAI-NILAI DI KALANGAN WANITA YANG MELAKUKAN GUGAT CERAI DI KABUPATEN SIDOARJO

Chusnul Abady

RINGKASAN

Dalam enam tahun terakhir, rata-rata terjadi 1,8 juta pernikahan setiap tahunnya. Dalam 6 tahun terakhir ini pula, rata-rata terjadi 143.000 perceraian setiap tahunnya. Jumlah perceraian itu. mencapai 8 % dari total jumlah pernikahan. Dilihat dari sisi persentase, perceraian terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara itu, pernikahan justru terus mengalami penurunan, padahal jumlah penduduk justru menunjukkan peningkatan. Begitu mudahnya menemukan orang yang bercerai di Indonesia. .
Kasus perceraian banyak terjadi pada rumah tangga dimana para wanitanya bekerja. Kendati kesamaan hak antara kaum pria dan wanita dalam bidang pendidikan dan karier sudah terlaksana, tradisi lama masih tetap tak semua bisa ditanggalkan. Bahwasannya pria pencari nafkah, tetap menjadi norma kehidupan sampai sekarang. Ketika wanita karier mempunyai penghasilan sendiri dan suaminya menggangur, akan tetap terjadi ketimpangan. Begitu pula ketika swami mengerjakan pekerjaan rumah tangga, masih tetap terasa tak wajar. Tak sedikit akibat dominasi penghasilan wanita dalam rumah tangga, menjadikan sebuali mahligai runtuh tercerai berai.
Dalam penelitian ini digunakan Metode Pendekatan kualitatif, Pendekatan ini dipakai agar dalam mengkaji permasalahan dapat lebih mendalam dan komprehensif Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara wawancara mendalam sedangkan sumber informasi ditentukan secara purposive. sedangkan dalam menganalisis data akan digunakan analisis rangkaian struktur dan institusi tempat nilai ditentukan, tersusun dari keluarga ke agama ke pendidikan, tetap] dengan suatu penekanan pada lingkungan kerja.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : Faktor-faktor penyebab perceraian antara lain : Faktor Ekonomi,Gangguan Pihak ketiga, Tidak ada Keharmonisan, Tidak ada tanggung jawab, Karena cemburu, Krisis Akhlak, Terns menerus berselisih/politis, Kawin paksa, Kekejanian JasmanI, Cacat Biologis, Poligami tak sehat, Dihukum.. Sedangkan perubahan nilai-nilai yang terjadi antara lain dikarenakan faktor-faktor : Family of Origin, Significant Other, Impulsivity, Attitude Toward Privacy, Sociodemographic Charakteristic, Physical Attractiveness, Communication and Agreement.

SUMMARY

In the last six years in average there have been 1.8 millions of marrages and 143,000 divorces every year. The rate of the divorce is 8% of the total marriages ang gets more and more from year to year. The number of marriage tends to decrease while the number of population increases. It is very easy to find cases of divorce in Indonesia now.
More cases of divorce mostly happen in couples with working women. Although equality in the fields of education and carrier between men and women has been implemented, the old tradition is still hard to leave behind. The man is still considered as the one who must be responsible to finance the life of the family. When a woman has her own income while her husband is jobless, there will be leading to an unstable condition. It is weird for a man to do household chores. Due to the dominant factor of the income of a woman in the household, the marriage will end to its divorce.
The Qualitative Approach is used in the study to learn the problem more deeply and comprehensively. Purposive, focused interviews to the sources of the information are used to get the data. The structure of the range analisys is used in the institusion of the determining value, ranging from family to religion and to education and stressed in the working environment.
The conclutions of the study are as follows. The triggering factors of the divorce are : no harmony and no responsibility in the household, temptation of a third party, economic factors, moral crisis, polygamy, forced marrige, biological disability, jealousy and abuse. On the other hand, the preventive pattern of divorce for carrier woman is the Family of Origin, Significant Other, Impulsivity, Attitude Toward Privacy, Sociodemographic Charakteristic, Physical Attractiveness, Communication and Agreement.

PRAKATA

Dengan memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Allah SWT atas Rahmat clan Karunia-Nya, sehingga Laporan Hasil Penelitian ini dapat diselesaikan dengan balk.
Pada mass sekarang ini, dimana arcs globalisasi semakin deras, clan gelombang persamaan derajat antara prig dan wanita semakin mengema, mau tidak mau membawa dampak bagi kehidupan masyarakat. Konsekuensi yang harus diterima dengan adanya emansipasi wanita, banyak menimbulkan dampak balk positif maupun negatif. Tingginya tingkat perceraian yang terjadi terutama dikota­kota besar merupakan sal;ah satu konsekuensinya, lebih memprihatinkan lagi bahwa perceraian banyak terjadi justru karena gugatan cerai oleh para istri-istri. Lingkungan kerja serta nilai-nilai agama yang mulai luntur merupakan salah satu penyebab. Rumah tangga tidak lagi harmonis, banyak istri yang mulai membantah suami dengan alas an emansipasi wanita. Untuk itulah perlu adanya penelitian untuk mengkaji masalah yang berkaitan dengan perceraian yang terjadi terutama pada keluarga wanita karier.
Dengan selesainya penelitian ini perkenankan kami mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Dikti dalam hal ini DP2M sebagai penyandang dana dalam penelitian ini, karena penelitian ini tidak akan terselenggara tanpa adanya suatu kerjasama dan bantuan dana yang telah kami terima. Terima kasih pula kami sampaikan kepada Kantor Pengadilan Agama Sidoarjo dan BPS Kabupaten Sidoarjo yang telah mengijinkan kami melakukan penelitian dan telah memberikan data-data yang diperlukan guns penelitian ini. Terima kasih kerjasamanya kepada para responder yang telah bersedia menjadi sumber informasi dalam penelitian ini dan telah memberikan data yang sangat diperlukan. Serta terima, kasih kepada semua pihak yang terlibat balk langsung maupun tidak langsung dalam penelitian ini. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat clan berkelanjutan serta dapat menjadi bahan

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
RINGKASAN DAN SUMMARY
PRAKATA
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Perceraian 4
2.2 Perubahan nilai-nilai dikalangan wanita yang melakukan
Gugat cerai  4
2.2.1.Pengertian gugatan cerai5
2.2.2.                                                             Hukum A]-Khulu 6
2.2.3 Perubahan nilai-nilai masyarakat7
BAB III TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
3.1 Tujuan Penelitian 9
3.2 Manfaat Penelitian 9
BAB IV METODE PENELITIAN
4.1. Lokasi Penelitian10
4.2. Sumber Informasi 10
4.3. Teknik Pengumpulan Data  10
4.4. Teknik Analisis Data
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1. Faktor-faktor Penyebab wanita melakukan gugat cerai 13
5.2. Perubahan nilai-nilai yang terjadi dikalangan wanita yang
Melakukan gugat cerai 28
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan43
6.2. Saran-saran44
DAFTARPUSTAKA45
LAMPIRAN47
DRAF ARTIKEL ILMIAH 48







0 komentar:

Posting Komentar